dokumen kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar/MI terbaru


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Dalam kurikulum 2013 organisasi Kompetensi Dasar kurikulum dillakukan melalui pendekatan terintegrasi (Integrated Curriculum). Berdasarkan pendekatan ini maka terjadi reorganisasi Kompetensi Dasar mata pelajaran yang mengintegrasikan konten mata pelajaran IPA dan IPS di kelas I, II, dan III ke dalam mata pelajaran pendidikan Agama dan Budi pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, serta Pendidikan Jasmani , Olahraga dan kesehatan. Dengan pendekatan ini maka struktur kurikulum SD/MI menjadi lebih sederhana karena jumlah mata pelajaran berkurang.
Prinsip pengintegrasian IPA dan IPS di kelas I, II, dan III di atas dapat diterapkan dalam pengintegrasian muatan lokal. Kompetensi dasar muatan lokal yang berkenaan dengan seni, budaya dan ketrampilan, serta bahasa daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran seni budaya dan prakarya. Kompetensi dasar muatan lokal yang berkenaan dengan olahraga serta permainan daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.
Oleh karena itu kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasakan Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pasal 36 ayat (2) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diverifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Sejalan dengan perkembangan tuntutan masyarakat dan program pemerintah untuk penyempurnaan program pendidikan antara lain pegembangan pendidikan budaya dan Karakter bangsa, kewirausahaan, dan pengembangan potensi qolbu/ nurani/ peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa, mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religious, serta menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik.
Penanaman nilai-nilai karakter bangsa dan kewirausahaan tersebut diaplikasikan dalam proses pembelajarandan terintegrasi disemua mata pelajaran. Implementasi kurikulum 2013 juga akan dilaksanakan dengan pada sekolah sasaran terutama pada kelas II dan IV dengan pendekatan tematik terpadu. Untuk kelas I mata pelajaran IPA dan IPS diintegrasikan pada mata pelajaran lain, dan mulok diintegrasikan pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya Dan Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan.
Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 tahun 2005 dan diperbaharui pada PP No. 32 tahun 2013 bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada jenjang pendidikan dasar mengacu pada Standar isi yang terdiri dari Kerangka Dasar, Struktur Kurikulum, Beban Belajar, muatan kurikulum satuan pendidikan, kalender pendidikan dan standar kompetensi kululusan yang berpedoman pada Kompetensi Inti . kurikulum juga mengacu pada delapan Standar Nasional Pendidikan meliputi :
a)      Standar Isi/ Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SD,
b)      Standar Proses,
c)      Standar Kompetensi Lulusan,
d)     Satuan Pendidikan dan Tenaga Pendidikan,
e)      Standar Sarana dan Prasarana,
f)       Standar Pengelolaan,
g)      Standar Pembiayaan, dan
h)      Standar Penilaian Pendidikan.
Berpedoman pula pada PERMENDIKNAS RI No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Standar Kompetensi Lulusan tersebut meliputi:
a)      Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL SP);
b)      Standar Kompetensi Lulusan Kelompok Mata Pelajaran (SKL KMP);
c)      Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran (SKL MP).
Atas dasar pemikiran tersebut, maka Sekolah Dasar Negeri 1 Wargomulyo menyusun Kurikulum yang dikenal dengan Kurikulum SDN 1 Wargomulyo Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu sebagai acuan operasional di dalam proses pembelajaran di sekolah yang mengimplementasikan kurikulum 2013.
B.     Tujuan
Tujuan penyusunan kurikulum ini adalah sebagai sebagai acuan operasional di dalam proses pembelajaran di SDN 1 Wargomulyo Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu.
C.    Prinsip pengembangan kurikulum
Kurikulum dikembangkan sesuai dengan relevansi di Sekolah Dasar Negeri 1 Wargomulyo Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu dibawah koordinasi supervisi Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu dan mengacu pada Standar Isi, Standar Kelulusan dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, dan Implementasi kurikulum 2013 dari Standar Kompetensi Kelulusan, Kompetensi Inti standar penyesuaian perubahan pada Standar Proses, Standar Penilaian dan Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SD tahun 2013 serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah. Pengembangan Kurikulum ini didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: 

1.      Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingsn peserta didik dengan lingkungannya. 
2.      Beragam dan terpadu yaitu kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakterikstik peserta didik, kondisi daerah jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskrimininatif terhadap perbedaan agama, suku, bangsa, badaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. 
3.      Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni\ 
4.      Relevan denga kebutuhan hidup 
5.      Menyeluruh dan berkesinambngan 
6.      Belajar sepanjang hayat 
7.      Seimbang antara kepentingan sosial dan kepentingan daerah
Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip pembelajaran yang digunakan: 
1.     Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu, 
2.     Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar, 
3.     Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah, 
4.     Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi, 
5.     Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu, 
6.     Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi, 
7.     Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif, 
8.     Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hard skills) dan keterampilan mental (soft skills), 
9.     Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat, 
10.  Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani), 
11.  Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat, 
12.  Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas, 
13.  Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan 
14.  Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.
Dengan semangat seperti itulah kurikulum yang diimplementasikan kerikulum 2013 dengan pendekatan scientific sehingga dalam proses belajr siswa melakukan kegiatan observasi, menanya, menalar, mencoba, menyajikan, dan menciptakan. Dari semua itu dapat dijadikan oedoman yang dinamis bagi penyelenggara pendidikan dan pengajaran di Sekolah Dasar Negeri 1 Wargomulyo Kecamatan Pardasuk Kabupaten Pringsewu.


BAB II


STRUKTUR KURIKULUM SDN 1 WARGOMULYO
MATA  PELAJARAN
ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU
I
II
III
IV
V
VI
Kelompok A
1.
Pendidikan Agama
4
4
4
4
4
4
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
5
5
5
5
5
5
3.
Bahasa Indonesia
8
9
10
7
7
7
4.
Matematika
5
6
6
6
6
6
5
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
-
-
-
3
3
3
6
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
-
-
-
3
3
3
Kelompok B
1.
Seni Budaya dan Keterampilan
(termasuk muatan lokal)*
4
4
4
5
5
5
2.
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
(termasuk muatan lokal)
4
4
4
4
4
4
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu
30
32
34
36
36
36

Keterangan: *) muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah
Kelompok A adalah mata pelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspek kognitif dan afektif sedangkan kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankan pad aspek afektif dan psikomotorik.
Integrasi kompetensi dasar IPA dan IPS didasarkan pada keterdekatan makna dari konten kompetensi dasar IPA dan IPS dengan konten pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, dan PENJAS ORKES yang berlaku untuk kelas I, II, dan III. Sedangkan untuk kelas IV, V dan VI Kompetensi IPA dan IPS berdiri sendiri dan kemudian diintegrasikan kedalam tema-tema yang ada untuk kelas IV,V, dan VI.
Selain kelompok mata pelajaran di atas ada juga kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Wargomulyo , yaitu:
NO
KEGIATAN EKSTRA
HARI
KET
1
Pramuka
Sabtu
Wajib
2
OSN
Selasa
Pilihan
3
LFS2SN
Jum’at
Pilihan
4
O2SN
Rabu
Pilihan

B.     Muatan Lokal Kurikulum
Muatan lokal kurikulum SDN 1 Wargomulyo Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu meliputi sejumlah mata pelajaran yang merupakan beban belajar bagi peserta didik. Disamping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum. Dipilihnya muatan lokal wajib adalah pendidikan budaya dan bahasa lampung, sedangkan muatan lokal yand dipilih berdasarkan kebutuhan adalah mata pelajaran bahasa inggris yang dapat menungjang E-Learning di dalam kelas dan sesuai tuntutan jaman saat ini dan yang akan dating.
Muatan lokal terdiri yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 1 Wargomulyo adalah sebagai berikut:
a)      Pendidikan budaya dan bahasa Lampung
Tujuan:
1)      Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan
2)      Memiliki kemampuan dasar untuk berikir logis, kritis, ingin tahu, menemukan, memecahkan masalah, dan ketrampilan dalam kehidupan sosial.
3)      Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan budaya yang berkembang di lingkungan Lampung
4)      Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dan berkompetisi sehat dalam masyarakat yang majemuk di tingkat lokal, nasional, dan global.
Ruang Lingkup
Ruang Lingkup mata pelajaran Pendidikan Budaya dan Bahasa Lampung adalah
1)      Perilaku warga Lampung
2)      Bahasa (berbicara, membaca, menulis) warga Lampung
3)      Lingkungan alam, sosial, dan budaya Lampung 

b)      Bahasa Inggris
Tujuan:
1)      Mengenalkan Bahasa Inggris sebagai bahasa komuniksi Internasional
2)      Membekali siswa untuk menghadapi tuntutan dalam rangka menyongsong era globalisasi
Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah Dasar Negeri 1 Wargomulyo mencakup kemampuan berkomunikasi lisan secara terbatas dalam konteks sekolah, meliputi aspek-aspek berikut:
1)      Mendengarkan
2)      Berbicara
3)      Membaca
4)      Menulis.
Untuk ketrampilan menulis dan membaca diarahkan untuk pembelajaran komunikasi lisan.
C.     Pengembangan Diri
1.      Pengembangan diri terpogram (Ekstrakurikuler)
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus disusun oleh guru, pengembangan diri bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (IMTAQ), kebugaran, prestasi olah raga dan peningkatanpotensi, bakal, minat dan kemampuan diri peserta didik sesuai kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri dibiayai dari partisipasi sukarela daru orang tuan, perwakilan kelas, komite sekolah, masyarakat peduli pendidikan. Pengembangan diri dibimbing dan dilatih oleh guru, tenaga kependidikan, dan tenaga professional/ pelatih luar  atas kesepakatan dengan komite sekolah yang dilakukan dalam bentuk kegiatan Ekstrakurikuler dalam usaha pedidikan karakter peserta didik.
NO
Jenis Kegiatan
Hari
Waktu
Pengampu
Kelas
Ket
Karakter yang dikembangkan
1
Pramuka
Sabtu
08.00-09.30
TIM
1-VI
Wajib
Disiplin, kreatif, mandiri, peduli lingkungan
2
Bulu tangkis/ sepak bola
Selasa
14.00-16.00
Guru penjas
I-VI
Pilihan Siswa
Kerja keras, disiplin, menghargai prestasi, kerjasama
3
Seni Tari tradisional/ kreasi
Selasa

Jum’at
14.00-15.30

10.30-11.30
Guru SBK
I-VI
Pilihan siswa/ TIM
Kreatif, menghargai prestasi, cinta tanah air
4
TPA/ Baca Al-Qur’an
Jum’at
13.00-15.00
Guru PAI
I-VI
Pilihan siswa
Religious, jujur, gemar membaca
5
O2SN
Jum’at
08.00-12.00
TIM
IVVI
Pilihan siswa/TIM


2.      Pengembangan Diri Tidak Terprogram (Pembiasaan)
Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut:
Kegiatan
Contoh
Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal
Ø  Piket kelas
Ø  Berdo’a sebelum dan sesudah pembelajaran selesai
Ø  Sholat dzuhur berjamaah
Ø  Upacara bendera hari senin dan hari-hari besar nasional
Ø  Tadarus Al-Qur’an, hafalan surat-surat pendek dan pesantren kilat
Ø  Peringatan hari besar agama islam
Ø  Peringatan hari besar nasional
Ø  Porseni/pentas seni/festival sekolah
Ø  Ekstrakurikuler on the road
Ø  Kunjungan ke sumber belajar
Ø  Outboand
Ø  Persami dan bazar siaga
Spontan, yaitu kegiatan tidak terjadwal dalam kejadia khusus
Ø  Member dan menjawab salam
Ø  Memberi dan meminta maaf
Ø  Berterima kasih
Ø  Menunjungi teman/ orang sakit
Ø  Membuang sampah pada tempatnya
Ø  Menolong orang yang sedang kesusahan
Ø  Melerai pertengkaran
Keteladanan, yaitu kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari
Ø  Mengambil sampah yang berserakan
Ø  Cara berdo’a dengan sopan
Ø  Mengucapkan terima kasih
Ø  Menghargai pendapat orang lain
Ø  Meberi kesempatan terhadap pendapat yang berbeda
Ø  Mendahulukan kesempata dengan orang tua
Ø  Menaati tata tertib yang ada
Ø  Berpakain rapi
Ø  Memberikan penghargaan kepda orang yang berprestasi
Ø  Berperilaku santun
Ø  Menepati janji
Ø  Pengendalian diri yang baik
Ø  Mengakui kebenaran orang lain
Ø  Berani mengambil keputusan
Ø  Budaya antri, dan lain-lain sebagainya.

D.    Kegiatan Pengembangan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Bangsa
Dalam rangka mewujudkan akhlak mulia, pembentukan watak bangsa, serta budi pekerti yang luhur maka SDN 1 Wargomulyo mengembangkan 7 nilai karakter yaitu:
1)      Religious
2)      Disiplin
3)      Jujur
4)      Kreatif
5)      Kerja keras
6)      Kerjasama
7)      Peduli Lingkungan
Pembiasaan yang dikembangkan di SDN 1 Wargomulyo sebagai upaya pengembangan budaya dan karakter bangsa SDN 1 Wargomulyo memberlakukan berbagai pembiasaan sebagai berikut:
Bentuk Pembiasaan Pengembangan Karakter Bangsa
No
Jenis Aktivitas dan Pembiasaan
Nilai Karakter yang dikembangkan
1
Petugas piket setiap pagi berdiri di gerbang, menyambut siswa dengan cara mengucapkan salam dan berjabat tangan
5S(senyum, sapa, salam, sopan dan santun)
2
Berdo’a sebelum dan sesudah pembelajaran
Religious
3
Upcara bendera diiringi lagu Indonesia Raya oleh kelompok paduan suara
Cinta tanah air
4
Selain hari senin Pengibaran bendera dilakukan oleh petugas piket kelas
Cinta tanah air
5
Pembelajara  pada jam pertama selalu diawali dengan menyanyikan salah satu lagu wajib nasional
Cinta tanah air
6
Pembiasaan 5S (senyum, sapa, salam, sopan dan santun) antar sesame guru/karyawan, siswa dengan guru/karyawan, dan antar siswa serta dengan orangtua
Religious, kerja sama, bersahabat/ komunikatif
7
Piket kebersihan kelas sebelum dan sesudah pembelajaran
Peduli lingkungan
8
Jum’at bersih dan penghijauan sekolah
Peduli lingkungan
9
Pemutaran lagu-lagu wajib dan lagu-lagu daerah
Cinta tanah air
10
Koperasi kejujuran dan Lost Deposit Box
Jujur
11
Pembiasaan beribadah bersama
Religious
12
Budaya antri dalam pelayanan di kantin, koperasi, perpustakaan dan lain-lain
Disiplin dan kerja sama
13
Pemberian riwerd bagi yang berprestasi dan punishmen bagi yang melanggar
Menghargai prestasi
14
Olag raga senam bersama setiap jum’at pagi
Kerja keras

E.     Beban Belajar
Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar selama satu semester. Beban belajar di SD/MI kelas I,II, dan III masing-masing 30,32 dan 34,  sedangkan untuk kelas IV, V, dan VI ,masing-masing 36 jam setiap minggu. Dan satu jam belajar di SD/MI adalah 35 menit.
Dengan adanya tambahan ini dan pengurangan jumlah Kompetensi Dasar, guru memiliki keleluasaan waktu untuk mengembangkan proses pembelajaran yang berorientasi pada siswa aktif. Proses pembelajaran siswa aktif memerlukan waktu yang lebih panjang dari proses pembelajaran penyampaian informasi karena peserta didik perlu latihan untuk mengamati, menanya, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Proses pembelajaran yang dikembangkan menghendaki kesabaran guru dalam mendidik peserta didik sehingga mereka menjadi tahu, mampu dan mau belajar dan menerapkan apa yang sudah ada mereka pelajari di lingkungan sekolah dan masyarakat  sekitarnya. Selain itu bertambahnya jam belajar memungkinkan guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar lebih objektif dan maksimal.
F.     Ketuntasan Belajar
Penyusunan kriteria ketuntasan belajar dengan mempertimbangkan kompleksitas KD, daya dukung dan intake/kemampuan rata-rata peserta didik, serta tuntutan orang tua yang mengacu pada persyaratan masuk SMP. Kriteria tersebut di jabarkan pada table berikut:
No
Mata Pelajaran
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)/Kelas
Rata-Rata
I
II
III
IV
V
VI
1
Pendidikan Agama Islam
7
7
7
7
7
7
7
2
Pendidikan Kewarganegaraan
7
7
7
7
7
7
7
3
Bahasa Indonesia
7
7
7
7
7
7
7
4
Matematika
7
7
7
7
7
7
7
5
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
7
7
7
7
7
7
7
6
Ilmu Pengetahuan Sosisl (IPS)
7
7
7
7
7
7
7
7
Seni Budaya dan Ketrampilan
7
7
7
7
7
7
7
8
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
7
7
7
7
7
7
7

Mulok
7
7
7
7
7
7
7
9
a.       Bahasa Lampung
7
7
7
7
7
7
7
10
b.      Bahasa Inggris
7
7
7
7
7
7
7
Jumlah
70
70
70
70
70
70
70
Rata-Rata
7
7
7
7
7
7
7
     
G.     

0 Response to "dokumen kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar/MI terbaru"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel